e-commerce: Perilaku Konsumen online dan Konsep marketingnya
Konsumen Ecommerce Membeli Karena Tampilan Visual
Sumber : Digitalnations.id
E-commerce merupakan konsep jual beli produk maupun jasa secara elektronik menggunakan media Internet. E-commerce saat ini tengah diminati banyak pelaku usaha di Indonesia karena dapat menjadi solusi bagi mereka untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Banyaknya keuntungan yang dapat diberikan e-commerce membuat persaingan didalamnya menjadi sangat ketat. Sehingga penting bagi pelaku bisnis untuk menyusun Strategi online marketing yang tepat guna memenangkan mind-share dari target pasarnya dalam persaingan E-commerce. Untuk menyusun strategi online marketing, model perilaku konsumen online merupakan hal dasar yang harus dipahami karena para pelaku bisnis dapat mengetahui apa saja yang dapat mempengaruhi konsumennya dalam melakukan keputusan pembelian sehingga pelaku usaha dapat mempelajarinya untuk meningkatkan penjualan.
1. Jenis-jenis Konsumen Online
1.1 Mengapa kita harus memahami Perilaku Konsumen Online
Pada ke 20 ini perkembangan teknologi semakin pesat, internet menjadi salah satu yang dicari dan dibutuhkan oleh manusia di zaman sekarang. Penjual maupun pembeli memanfaatkan teknologi untuk melakukan aktivitas mereka, termasuk menjual dan membeli barang/ jasa menggunakan transaksi online.
Perilaku konsumen adalah hal yang harus dianalisis oleh para calon penjual yang akan menjualkan barangnya secara online untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan seperti apa yang mereka inginkan, bagaimana kebiasaan mereka saat mencari apa yang mereka ingin beli secara online. Alasan utama dalam memahami profil konsumen online adalah untuk bisa memperkirakan reaksi seperti apa yang akan diterima oleh konsumen ketika kita memberikan informasi, sehingga penjual bisa melakukan pemasaran dengan menyusun strategi dari reaksi konsumen tersebut.
Faktor utama yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah persepsi manfaat, persepsi manfaat sendiri merupakan sebuah pola keyakinan dan kepercayaan terkait manfaat dari membeli barang secara online, akankah hal yang konsumen lakukan dalam transaksi online aman atau justru sebaliknya.
1.2 Apa saja tipe-tipe konsumen Online?
Disini kami menjabarkan 6 tipe konsumen untuk anda memahami perilaku konsumen dalam bisnis online :
1. The seeker
Pada tipe konsumen online ini biasanya mereka cenderung mencari barang yang mereka butuhkan dengan melakukan survey di berbagai toko online untuk mendapatkan harga atau kualitas yang mereka inginkan. Bila dirasa cocok, mereka akan melakukan transaksi online.
Hal yang harus anda lakukan untuk menarik perhatian konsumen The seeker, strategi yang diambil adalah mengupayakan agar iklan serta toko anda berada di urutan teratas di dalam search Engine (Mesin pencarian) untuk memudahkan mereka menjangkau toko anda.
Selanjutnya anda bisa menetapkan harga produk secara kompetitif pada produk anda, karena para The Seeker biasanya sudah tahu mengetahui kisaran harga dari produk yang mereka butuhkan.
2. The Research
Tipe konsumen ini hampir sama dengan tipe konsumen pertama,
mereka melakukan perbandingan harga dan kualitas antara toko online satu dengan yang lainnya. Bedanya, tipe konsumen ini belum memahami detail produk yang mereka cari.
Strategi yang bisa anda lakukan untuk menarik perhatian The Research adalah memberikan pengetahuan baru terkait produk yang akan anda tawarkan secara detail. Karena hal itu memberikan manfaat pada The research terkait pengalaman serta pengetahuan baru mereka.
3. The Discount Lover
Sama seperti namanya, tipe konsumen ini sangat menyukai diskon sehingga mereka gemar berburu diskon di berbagai online shop. Mereka akan semangat dan berlomba untuk mencari online shop yang menawarkan diskon besar.
Promosi dengan memberikan diskon seperti buy one get one bisa anda ambil sebagai langkah strategi untuk mengambil konsumen ini. Namun pada konsumen tipe ini tidak akan memberikan keuntungan dalam jangka waktu pendek.
4. The Window Shopper
Konsumen tipe ini biasanya hanya iseng melakukan pencarian di online shop tanpa memiliki tujuan untuk membelinya. Hal ini dilakukan hanya untuk sekedar mengisi waktu mereka berselancar di internet.
Hal yang bisa dilakukan untuk menarik konsumen ini adalah membuat tampilan pada halaman utama toko menjadi lebih menarik, sehingga The Window Shopper bisa mengunjunginya dan menjadikan toko anda lebih populer. Walaupun mereka tidak melakukan transaksi, namun setidaknya mereka akan merekomendasikan toko yang menurut mereka menarik pada tipe konsumen lainnya.
5. The Impulsive Buyer
Pada konsumen tipe ini biasanya mereka berperilaku impulsif atau melakukan pembelian tanpa berfikir panjang. Mereka akan langsung membeli barang tanpa memikirkannya terlebih dahulu ketika mereka menemukan barang yang mereka incar dari lama atau yang benar-benar mereka butuhkan.
The Impulsive Buyer umumnya menyukai kemudahan serta kenyaman dalam berbelanja. Strategi yang bisa anda lakukan untuk menarik perhatian konsumen ini adalah tingkatkan performa toko online anda, serta jelaskan produk yang anda tawarkan secara jelas dan singkat untuk mengundang mereka berbelanja lagi.
6. Loyal
Tipe konsumen ini sudah pasti menjadi tipe konsumen yang inginkan dan diidamkan oleh berbagai penjual entah online maupun offline. Mereka mempercayai penuh toko online anda dalam segala aspek entah itu pengiriman, pelayanan, promosi, dan beberapa hal yang anda tawarkan,
Untuk mempertahankan tipe konsumen ini, memberikan hadiah atau promosi khusus untuk mereka agar merasa di apresiasi dan dihargai karena menjadi pelanggan yang setia.
2. faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian consumer online
Gambaran Model perilaku konsumen dapat memprediksi keputusan konsumen di marketplace.
Sumber : Laudon and Traver, 2017
Laudon dan Travel (2017) menjelaskan dalam bukunya bahwa model perilaku konsumen dapat memprediksi keputusan konsumen dalam melakukan pembelian di marketplace. Sehingga para pelaku bisnis harus memahami model perilaku konsumen yang terdiri dari 2 faktor independen agar dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen untuk menyusun ide online marketing yang lebih bagus baik lagi.
2.1. Apa saja yang termasuk background factor dalam model Perilaku konsumen ?
Background factor adalah faktor independen yang berasal dari latar belakang konsumen seperti berasal dari lingkungan apa dan bagaimana keadaan dari konsumennya yang berasal dari Cultural (kebudayaan), Sosial dan psychological. Sehingga para pelaku bisnis E-commerce jangan lupa memahami dengan betul background factor dari para konsumennya untuk menciptakan strategi online marketing yang tepat sasaran.
2.2. Apa saja yang termasuk Intervening Factor model Perilaku Konsumen ?
Intervening factor adalah variabel yang berada di antara variabel dependen dan independen yang dapat mempengaruhi hubungan keduanya serta menjadikan keduanya menjadi hubungan tidak langsung. Beberapa hal yang merupakan bagian dari intervening factor ini yaitu bagaimana merek tersebut dikenal dalam masyarakat lalu seperti apa stimulus marketing communication yang diciptakan oleh perusahaannya selanjutnya mengenai bagaimana Firm capabilitiesnya dan In-store behavior yang menyangkut pelayanan perusahaan untuk memberikan pengalaman berbelanja yang memuaskan bagi konsumen.
3. Proses pengambilan keputusan online
Sumber : www.istockphoto.com
Di era yang serba digital, teknologi internet tentunya selalu berinovasi untuk menampilkan layanan internet yang baik dan efektif untuk para penggunanya. Inovasi teknologi internet selalu berkembang dengan tujuan untuk memudahkan pekerjaan atau kegiatan manusia. Banyak bidang kegiatan manusia yang dipermudah oleh kehadiran internet. Contohnya e-commerce pada bidang transaksi jual beli barang. Dengan kehadiran E-commerce¬, kita sebagai konsumen tentunya merasa diuntungkan karena kita bisa membeli barang – barang yang dibutuhkan dari mana saja dan kapan saja. Namun, sebelum melakukan pembelian barang di e-commerce, tentunya kita harus mempertimbangkan dengan baik apa barang yang akan dibeli, dan barang tersebut termasuk ke dalam kebutuhan atau tidak. Maka dari itu, diperlukan proses pengambilan keputusan sebelum berbelanja online. Berikut tahap – tahap proses decision making sebelum berbelanja online :
2. Pencarian informasi produk : Sebelum membeli produk, konsumen perlu mencari informasi produk seperti harga kisaran, jenisnya, lokasi pembelian, dan sebagainya.
3. Mengevaluasi alternatif pembelian produk : Saat konsumen ingin membeli produk, biasanya akan membandingkan produk tersebut dengan produk sejenis lainnya.
4. Keputusan pembelian produk : Setelah banyak pertimbangan, akhirnya konsumen dapat membeli produk.
`5. Perilaku pasca pembelian produk : Perilaku dalam tahap ini yang dimaksud adalah apakah kita sebagai konsumen puas dengan produk yang dibeli, dan konsumen memberi testimoni produk.
4. Revolusi Produk dan bagaimana konsumen melakukan pembelian online.
Sumber : Pospit.
Berbagai macam barang dengan berbagai macam jenisnya saat ini sudah mulai banyak ditemukan di aplikasi e-commerce atau web produk. Untuk kategori barang yang dijual online, terbagi menjadi dua kategori yaitu barang besar dan barang kecil. Barang besar merupakan barang yang memiliki kisaran harga 10 juta rupiah contohnya peralatan elektronik, dan furniture. Barang kecil contohnya buku, pakaian, mainan, perlengkapan kecantikan dan Kesehatan yang memiliki harga kisaran kurang dari 1 juta rupiah. Faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam pembelian produk online, diantaranya :
1. Utility (harga terbaik untuk produk, kecepatan pengiriman)
2. Trust (Kepercayaan customer pada seller, minimal resiko)
Pada awalnya, penjualan barang – barang kecil di e-commerce lebih mendominasi dibandingkan dengan barang – barang besar. Namun seiring berjalannya waktu, penjualan barang – barang besar kini lebih mendominasi penjualan di e-commerce. Hal ini dikarenakan pada awalnya customer menganggap penjualan barang besar di e-commerce cukup beresiko dan terlalu besar, namun setelah customer mendapatkan experience yang baik selama berbelanja barang kecil secara online, akhirnya customer memberanikan diri untuk membeli barang kategori besar. Tidak hanya sekedar pengalaman saja, tentunya penggunaan promo gratis ongkos kirim tentunya semakin menarik minat customer dalam berbelanja online.
Pelanggan e-commerce melakukan pembelian online secara sengaja, karena niat awal pelanggan adalah untuk mencari informasi terkait produk, perusahaan yang menaungi, dan layanan jasa. Karena kemudahan akses, akhirnya pelanggan memutuskan untuk membuka aplikasi e-commerce secara langsung untuk membeli produk atau menggunakan layanan jasa yang tersedia.
5. Online Marketing
Sumber : topchuyengia.com
Pernahkah anda mengetahui pengertian online marketing sebelumnya? Online Marketing adalah segala bentuk aktivitas pemasaran barang atau jasa yang memanfaatkan sistem digital dan jaringan internet. Produk yang dipasarkan menggunakan sistem online ini akan menjaring lebih banyak konsumen yang potensial.
5.1 Apa kelebihan dari online marketing?
1. Biaya yang terjangkau
Sistem ini menggunakan biaya yang lebih terjangkau daripada marketing yang dilakukan secara offline karena anda tidak perlu lagi mencetak dan menyebarluaskan media promosi ke titik-titik tertentu.
2. Terhubung dengan pelanggan
Internet memungkinkan anda terhubung dengan konsumen secara real time, internet juga memungkinkan anda untuk mengirimkan broadcast pesan secara bersamaan sehingga tidak akan banyak waktu yang terbuang.
3. Memudahkan evaluasi marketing
Efektivitas marketing yang dilakukan juga dapat dievaluasi dengan mudah karena anda dapat menggunakan data spesifik mengenai pengunjung konten dan membuat analisa apakah pengunjung konten anda sudah sesuai dengan target marketing yang diinginkan.
5.2 Bagaimana cara online marketing menjadi lebih efektif?
1. Memanfaatkan platform website
Ini akan menjadi seperti tempat khusus yang menyediakan informasi secara lengkap mengenai produk yang anda promosikan. Melalui website ini anda juga dapat melakukan transaksi sekaligus memantau traffic bulanan di semua platform yang anda miliki.
2. Endorsement dengan influencer
Selain menggunakan social media dan platform digital, salah satu hal yang dapat dilakukan yaitu mengadakan kerja sama dengan public figure atau influencer. Hal ini dikarenakan mereka memiliki banyak penggemar dan followers yang kemungkinan akan tertarik pada produk yang direview oleh influencer tersebut
3. Optimalisasi konten
Banyak konsumen yang memutuskan untuk riset terlebih dahulu mengenai barang yang akan dibeli atau jasa yang akan digunakan. Selain untuk mengetahui spesifikasi produk, banyak diantara konsumen yang berniat untuk membandingkan satu brand dengan brand lainnya. Brand teratas pada mesin pencari lebih berpeluang untuk menarik minat konsumen, menggunakan teknik Search Engine Optimization adalah salah satu langkah yang dapat anda lakukan untuk membuat produk anda dapat ditemukan dengan mudah di mesin pencarian
6. Strategi Online Marketing
6.1 Multi-Channel Marketing Plan Sebagai Strategi Pemasaran Online
Sumber : medium.com
Di era digital saat ini semua beralih ke metode online. Mulai dari pemesanan barang, penyewaan jasa, pengiriman barang, pembayaran, hingga pemasaran pun dilakukan secara online. Pemasaran merupakan hal yang penting untuk dilakukan oleh pelaku usaha karena alasannya sederhana yaitu agar produk yang anda tawarkan sampai di tempat pelanggan anda berada.
6.2 Apa itu Multi-Channel Marketing Plan?
Pengertian Multi-Channel Marketing Plan adalah segala hal yang mengacu pada praktik berinteraksi dengan konsumen menggunakan kombinasi saluran komunikasi langsung dan tidak langsung, baik itu melalui email, situs web maupun toko ritel. Multi-Channel Marketing menggabungkan praktik pemasaran inbound dan outbound dengan tujuan menjangkau pelanggan di saluran pilihan mereka. Dengan proses ini, pembelian akan lebih dikontrol oleh konsumen daripada hanya dari pemasar
6.3 Bagaimana cara membuat Multi-Channel Marketing Plan yang sukses?
1. Mengintegrasikan departemen pemasaran
2.Memahami konsumen
3. Membangun platform multi-channel.
4. Berikan pengalaman bersatu kepada konsumen.
Ketika ekspektasi konsumen meningkat dan teknologi semakin berkembang pesat, pemilihan strategi yang tepat menjadi hal penting bagi sebuah brand atau merek. Konsumen menginginkan pengalaman pembelian yang baik, dan pengalaman itu harus melintasi berbagai platform. Semoga tulisan ini dapat menjadi ladang pengetahuan bagi kita semua.
Komentar
Posting Komentar